Archive for October, 2006

An Analogy of Us

Saturday, October 14th, 2006

"Jadi, gimana dok?"

"Hff,, saya tidak bisa berbuat banyak nak, semua obat sudah saya coba untuk kamu. Semuanya,, tinggal waktu"

God. Kenapa jawaban yang paling ngga pengen gw denger dengan mudahnya keluar gitu aja dari mulut bapak berkemeja putih ini. Enak aja tu orang! Gue uda ngerelain sgala - sgalanya buat dia yang janji bakal ngusahain yg tbaik buat gw. Anjing! Coba jantung gw ga selemah ini, pasti ga perlu gue relain promosi kerjaan gw jadi floor supervisor. Coba otak gw ga sesensitif ini, man! Uda bisa jadi CEO kali gw!

"Ya,, gimana lagi dek. Mama juga uda ga tau mesti gimana. Mungkin ini emang kehendak yang di atas. Ini rencana Dia. Kita ga bisa apa -apa dek. Kan kita uda coba semuanya, mulai dari pengobatan di dokter Rudi, di Singapur, ampe ke Mayo Klinik, smuanya dek.."

"Iya ma, tapi aku ga rela aja. Semua yang uda kita usahain sama sekali ga ada hasilnya. Aku bakal tetep mati ma, mati!"

"Hus, kamu kok gitu si Ndre? Kamu tu ngomong apa si? Masalah hidup dan mati tu bukan kita yang nentuin. Namanya juga manusia, hidup penuh dengan perjuangan. Semua usaha kita, resiko yang kita ambil cuman satu tujuannya Ndre. Gak lain dari memberi yang terbaik bagi diri kita sendiri sebagai seorang yang tidak berguna yang dipinjami waktu selama hidup kamu oleh yang Kuasa."

"Cape ma, Andre cape ndengerin itu semua. Tau a ma, mungkin emang yang minjemin ngga iklas aja kali minjeminnya setengah - setengah."

Gila, bahkan nyokap gw sendiri kyk gitu. Mau btahan idup gmana coba? Man, this is bulshit! Gw ga bakal ngerasain gimana rasanya punya kluarga, gw ga bakal ngerasain punya rumah, ngerasain semua yang udah gw plan dari awal. Gw ga trima. Kenapa gw msti dilahirin terusan? Knapa? knapa ga lo buat gw ketabrak apa kek biar mati tiba2?? Ha?

"Dek, jangan bengong dong dek, masa di stasiun malem - malem sendirian lagi. Pulang gih"

"Ah, nggapapa kok pak, toh juga ga ada yang nyariin."

"Wadu, mana mungkin. Baju ade aja kyk baju saya lebaran 2 taun lalu waktu bapak saya masi ada. Henpon ade aja pasti gaji saya njaga stasiun setaun tu. Saya liat juga tadi adek turun dari mobil kok, ngga kayak orang2 yg jalan ke stasiun.Pasti kamu punya keluarga kan."

"Itu uda ga penting lagi pak. Semuanya bakal ilang. Bentar lagi. Apapun yang akan saya perbuat ga akan ngaruh, semuanya bakal ilang. Iya pak, ilang."

"Waduh ,, kamu ni kayak bapak saya dulu aja. Putus asa. Dia kena penyakit apa tu, diabetes. Dari sejak vonis dokter idup tinggal 3 bulan, dia uda kyk mau mati besok. Tapi untungnya, minggu terakir, dia sadar, kalau selama masa penantiannya itu, dia menemukan banyak kejadian yang sebenarnya biasa saja, tapi karena waktu tinggal sempit, jadi terasa berarti. Kalo saja ia tidak diberi peringatan 3 bulan, mungkin dia masih mabok2an kali sampai akhir hayatnya… Yah namanya juga orang dek..

Loh, dek..

Yah,,, si adek malah pegi"

*Ria

Freak-Blog-Play (to all freaks in the wrld)

Friday, October 13th, 2006

This is a short blog-play (kalo ada radio play kenapa ga ada blog play?) -maksa- hehe,, jadi seperti landasan dan latarbelakang yang sudah dasarnya aneh, begitu pula isi blog-play ini, aneh. (*read:sangat-tidak-mining-dan-busuk), enjoy!

.

..

First of all i wud like to apology for any name, brand, place and event that are mentioned here for using it without any share or permission at the first place. PS:this play is nothing more than a fiction and considered as a private use script anyway (duh?!)

.

..

<voice on the phone>

Claire:  But promise me you’ll come back, okay?

Greg:    Honey it’s hard to tell, i can’t promise you anything. It’s not even like I know what would happen there. Ive told you million times, I’ll do my best for us, and when I said that, it’s true, I wont ever sleep before I could contact you from Nebraska. I promise. (*hm,, jadi ingat patih gajah mada)

Claire: Oh  Greg, you’re my true hero. Save me from this pain Greg, I cudnt live witout you. <bgsound: How Do I Live>. Don’t leave me Greg.

Greg: I wont Claire, with all my heart, I swear.. <bgsound: I Swear - Westlife>

Claire: Greg, I wish I cud tell you how much I want to be next to you this very second. How much I wanna show you that you mean the world to me. How much tears I’d cry for you not to leave. From all the people I knew, you’re the only one i turn to <bgsound: I Turn To You-Christina Aguillera>. Compared to any guy, you are the hottest, the coolest, the strongest, the..guyest than all. Gosh i cant believe i finally say that!

Greg: … What do you mean?

Claire: *********************************************************

MAAF, blog-play ini tidak di lanjutkan karena munculnya rasa ilfil dan jijik tiba - tiba pada penulis yang menyebabkan iritasi, gatal - gatal, bersin- bersin dan kejang - kejang mendadak. Disertai rasa mual dan busa pada mulut yang menular.

.

..

See you in the next-real-blog-play

a bientot!

La directeure - madmoiselle ria

Ps: For all the freaks, nerds and geeks in the world. The blog goes for you, YOU’RE NEVER ALONE!

Semuanya Berubah *terutama dia*

Monday, October 9th, 2006

Saat kita masih kecil,, kita tidak pernah mengerti mengenai bagaimana sebuah gerakan itu terjadi, sebuah aksi yang menyebabkan reaksi, sebuah rangkaian sistem mulai dari reseptor, saraf, otak, sampai ke motorik. Waktu itu kita masih mendefinisikan apa yang baik berdasarkan apa yang kita suka, apa yang kita suka berdasarkan apa yang kita rasakan, apa yang kita rasakan berdasarkan apa yang ada di hati kita. Kita tidak pernah peduli dengan rasionalitas, kita tidak pernah memikirkan masa depan.

Kita masih dibodohkan oleh lelucon di televisi, masih percaya pada kekuatan magis daripada sebuah trik muslihat dengan perhitungan yang sangat akurat. Kita masih terbeli oleh iklan yang menyajikan emosi yang begitu menggiurkan dan percaya bahwa apa yang kita lihat adalah apa yang akan kita dapatkan. Kita tidak mengetahui hal - hal lain selain makan, sekolah, bermain, tidur dan mencapai pagi lagi. Tidak pernah memikirkan berapa banyak uang yang dipakai ke pasar minggu ini, tidak pernah peduli jika persediaan beras maupun bensin di mobil habis.

Dulu kita begitu polos sampai tidak menyadari bahwa masa kepolosan itu sudah seharusnya lewat, berbagai tindakan penuh dengan analisis dan pemikiran terbentang dan menjemput masa remaja kita. Segala jenis gengsi dan kata - kata yang menggambarkan perasaan begitu asing muncul seketika, kecemburuan, ambisi, strategi, sistematika dan sensitivitas.

Sampai awalnya kita mengenal apa yang disebut dengan ‘relationship’, yah,, sesuatu kata sederhana yang memiliki ratusan percabangan sehingga memiliki komplikasi yang tidak pernah berujung. Dimulai dari gengsi; "aku ingin punya pacar" jadinya,, kita memaksakan apa saja sehingga voila! pacar baru di tangan. Jika kebosanan sudah memuncak karena masa pengenalan yang tidak lebih dari 1 minggu, maka beralih lah kita ke lain hati. Dengan anggapan "cinta suci pasti mengerti" maka,, mulai lah kita di kehidupan yang baru, menunggu cemas akan kepastian masa depan.

Yah,, ketika apa yang kita tunggu tidak kunjung datang, berdirilah kita disini,, mencaci,,memaki,, bahkan menyesal mengapa yang lalu telah kita lepaskan. Tapi,, kembali dengan konsep "cinta suci pasti mengerti" maka tabahlah kita berdiri dan menunggu rasi bintang yang tepat untuk kita mulai melangkah lagi.

"Kekecewaan mungkin menyakitkan, tapi itu akan menegarkan kita, menguatkan dan menjadikan kita seorang yang mampu berdiri tegak menghadapi SEGALA sesuatu. Tapi jangan sampai dirimu tidak bisa mengatur kekuatanmu hingga akhirnya itu memakanmu sendiri." *ria

PS: dengan berubahnya elu,, i finally realize that my life is not that pathetic. Masi ada tembok dan kursi untuk gw pakai menyamankan diri gw daripada harus peduli dengan masalah sayang - sayangan yang gw tau ga ada untung2nya buat gw. IT was just a waste of time, but c’est ne pas promblem, i enjoyed it.

let’s grow up

The World is All Mixed Up

Tuesday, October 3rd, 2006

You know what? Sometimes I really need to think hard, really hard to find A reason to live than just finding, no, seeing, more than 100 reasons to die pops out of my mind like every 10 seconds.

I hate to say this but life SUCKS man!

She’s rite, I was rite, I shouldnt let myself come out

Better be alone

Better be on my own

Better to seek for no shoulders

Better not to reach for any hands

Better to stand up front

And fight em all on my own

rotten evil